BENGKULU – Di tengah padatnya jadwal kuliah, tugas yang terus mendekati deadline, serta tuntutan untuk selalu tampil sempurna di media sosial, Generasi Z (Gen Z) semakin akrab dengan rasa lelah dan tekanan. Keadaan ini mendorong mereka untuk mencari hiburan yang dapat memberikan ketenangan dan meredakan stres sejenak dari kesibukan sehari-hari.
Menariknya, rasa tenang tersebut ditemukan oleh Gen Z melalui film-film klasik yang kembali terkenal di platform media sosial. Film romantic comedy (romcom) era 2000-an seperti 13 Going on 30, 10 Things I Hate About You, Mean Girls, dan How to Lose a Guy in 10 Days sekarang ramai diputar ulang dan dianggap sebagai film penenang (comfort movies).
Fenomena tersebut bukanlah hanya sekadar tren nostalgia bagi generasi yang bahkan belum lahir ataupun masih berusia balita ketika film-film tersebut ditayangkan. Bagi Gen Z, menonton ulang film-film tahun 2000-an merupakan cara mereka untuk melarikan diri secara psikologis dari kehidupan modern yang serba cepat dan melelahkan.
Romcom 2000-an kembali menjadi perbincangan hangat di TikTok dan Instagram melalui unggahan potongan adegan film, rekomendasi film untuk ditonton, sampai tren fashion Y2K. Kemudahan dalam mengakses melalui berbagai layanan streaming juga membuat romcom 2000-an lebih mudah ditemukan dan ditonton kembali oleh Gen Z.
Popularitas ini dapat dilihat dari tingginya penggunaan tagar #romcoms #early2000s, dan #Y2KAesthetic yang telah mencapai ratusan juta penayangan secara global. Kondisi ini menunjukkan bahwa romcom 2000-an telah menjadi bagian dari tren digital yang terjadi pada Gen Z. Tren ini menegaskan bahwa Generasi Z merupakan penggerak utama yang membawa kembali produk budaya populer dari masa lalu. Salah satu alasan yang membuat romcom 2000-an menjadi sangat popular adalah alur cerita yang sederhana dan karakternya yang terasa dekat dengan kehidupan Gen Z.
Romcom 2000-an memiliki daya tarik tersendiri, seperti warna film yang hangat, suasana yang nyaman, hingga gaya fashion yang iconic. Ditambah dengan humor yang ringan dan selalu berakhir bahagia (happy ending).
Film 13 Going on 30 menceritakan Jenna Rink yang ingin cepat dewasa demi meraih kesuksesan dan popularitas. Kisah ini mencerminkan fenomena hustle culture dan ambitious anxiety yang banyak dialami Gen Z saat ini. Akan tetapi, ketika menjadi orang dewasa, Jenna merasa rindu dengan ketulusan dan bahagiaan dari masa kecil, sehingga film tersebut mengajak penonton untuk sejenak berhenti dari tekanan hidup, menikmati proses, dan lebih menghargai masa kini.
Bagi Gen Z yang kerap berhadapan dengan overthinking, stres akibat tekanan akademik, dan persaingan di media sosial, tontonan dengan alur sederhana dan yang “pasti-pasti saja” memberikan rasa aman secara emosional. Saat menikmati romcom 2000-an, penonton tidak perlu dipaksa berpikir keras karena alur cerita mudah dimengerti dan akhir yang bahagia sudah dapat diperkirakan. Terkadang tidak perlu cerita yang rumit, hanya perlu yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain faktor psikologis, alasan lain yang tak kalah penting adalah daya tarik visual. Tren fashion Y2K seperti, low-rise jeans, rhinestones belts, henley tops, hingga kamera analog kembali booming dan banyak terlihat pada romcom 2000-an. Gen Z juga merindukan masa-masa ketika belum ada media sosial, di mana interaksi berlangsung dengan berkirim surat, bertemu langsung, dan menggunakan telepon lipat tanpa tanpa gangguan notifikasi, sehingga menimbulkan kehidupan yang lebih dekat dan autentik.
Popularitas romcom 2000-an dalam kalangan Gen Z menunjukkan bahwa meskipun mereka memiliki kepribadian yang kritis, adaptif, dan melek teknologi, terdapat keinginan untuk menemukan kenyamanan yang sederhana. Saat kehidupan modern begitu melelahkan, terasa berisik, dan penuh tuntutan, romcom 2000-an hadir sebagai tempat beristirahat yang menenangkan. Sebuah alternatif yang terjangkau bagi mahasiswa, yang selalu siap memberikan kehangatan, kesederhaan untuk dinikmati di sela kesibukan sehari-hari, dan selalu sukses menghadirkan perasaan yang lebih baik setelah menontonnya. Meski zaman semakin berkembang, romcom 2000-an akan selalu memiliki tempat di hati para penontonya.
Sheisa Putri Faishal (D1E023083)

Leave a Reply