Di malam paling glamor di dunia fashion, model India pertama Chanel hadir mengenakan apa yang tampak seperti jeans dan sweater kasual — sementara sesama ambassador Chanel melenggang dalam gaun malam berkilauan. Dunia fashion pun bertanya: apakah ini pernyataan artistik, atau ketidakadilan yang nyata?
Met Gala 2026, Senin malam 4 Mei. Tangga Metropolitan Museum of Art dipenuhi gaun-gaun yang butuh tiga asisten untuk mengangkat trainnya, kostum yang menelan ratusan jam kerja atelier, dan aksesori yang nilainya bisa membeli sebuah apartemen. Di tengah semua kemewahan visual itu, seorang model muda melangkah ke karpet merah mengenakan apa yang — sepintas lalu — tampak seperti jeans dan sweater. Foto-fotonya tersebar dalam hitungan menit. Dan internet pun membelah diri menjadi dua kubu yang saling berteriak.
Apa yang Sebenarnya Dikenakan Bhavitha?
Bhavitha Mandava, 26 tahun, model asal Hyderabad yang kini menjabat sebagai House Ambassador India pertama Chanel, hadir di Met Gala 2026 untuk pertama kalinya. Busananya: beige half-zip sweater, white top, dan celana dengan efek washed denim biru. Dari foto karpet merah, ia tampak seperti seseorang yang baru pulang dari kampus. Tapi bukan itu kenyataannya. Setelah kontroversi meledak, Chanel mengeluarkan pernyataan resmi yang mengungkap apa yang sebenarnya ada di balik penampilan tersebut.
PERNYATAAN RESMI CHANEL:
“Bhavitha Mandava, ambassador Chanel, mengenakan di Met Gala sebuah beige muslin half-zip sweater di atas white muslin top dan celana muslin bercetak efek denim biru. Busana ini adalah reinterpretasi Haute Couture dari outfit yang ia kenakan untuk membuka Métiers d’Art show di New York Desember lalu — menandai kepulangannya ke kota tempat ia pertama kali ditemukan. Diperlukan 250 jam untuk menyelesaikan busana ini.”
Dengan kata lain: celana yang tampak seperti jeans itu adalah silk muslin yang dicetak khusus dan dikerjakan secara manual selama 250 jam oleh para pengrajin atelier Chanel di Paris. Bukan jeans. Tapi Haute Couture yang sengaja dirancang untuk terlihat seperti jeans.
250 Jam, Satu Busana, Satu Pertanyaan yang Belum Terjawab
Met Gala 2026 menyajikan banyak momen memukau: kembalinya Beyoncé setelah 10 tahun, gaun film strip Sabrina Carpenter, patung marmer Heidi Klum. Tapi tidak ada busana yang memicu percakapan sepanjang dan sepanas milik Bhavitha Mandava.
Apakah itu karena busananya benar-benar memancing pertanyaan yang tepat tentang representasi? Atau justru karena kurangnya persiapan publik untuk menerima kesederhanaan yang disengaja di panggung yang selama ini diisi kemewahan visual? Yang pasti, tidak ada busana lain malam itu yang membuat orang masih berdebat berhari-hari kemudian. Dan dalam dunia fashion yang semakin didorong oleh viral moments dan opini publik, itu sendiri sudah merupakan sebuah pernyataan yang sangat keras apapun niat di baliknya.
Demaslia Maura (D1E023029)

Leave a Reply